Memahami spesifikasi scaffolding adalah langkah penting sebelum membeli peralatan kerja ketinggian. Kesalahan dalam membaca spesifikasi dapat menyebabkan pembelian yang tidak sesuai kebutuhan, risiko keamanan, hingga pemborosan biaya proyek. Karena itu, kontraktor maupun pemilik proyek perlu memahami standar teknis scaffolding seperti ukuran frame, ketebalan pipa, kapasitas beban, hingga jenis komponen yang sesuai dengan pekerjaan.
Scaffolding sebagai Struktur Penunjang Akses Ketinggian
Scaffolding digunakan sebagai area kerja yang menopang pekerja, material, serta peralatan di ketinggian. Berdasarkan acuan teknis internasional, struktur ini wajib memiliki kemampuan menahan beban minimal empat kali dari batas aman penggunaannya. Dengan demikian, saat digunakan untuk pekerjaan seperti pengecatan atau pemasangan facade, setiap komponennya harus memenuhi standar kekuatan dan ketebalan yang telah ditetapkan.

Kesalahan Umum Saat Membeli Scaffolding
Banyak pengguna membeli scaffolding tanpa memperhatikan spesifikasinya. Kesalahan paling umum meliputi:
- Frame terlalu tipis (≤1.4 mm) sehingga tidak stabil.
- Sambungan joint pin tidak presisi.
- Baseplate tidak sesuai beban konstruksi.
- Catwalk tidak menggunakan bahan baja atau anti-slip.
Kesalahan ini dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Jenis-Jenis Spesifikasi Scaffolding yang Wajib Dipahami
1. Spesifikasi Ukuran Frame Scaffolding
Frame merupakan komponen utama dan tersedia dalam beberapa ukuran standar:
Ukuran Frame Paling Umum
- 170 x 120 cm (frame tinggi) → Cocok untuk bangunan ruko & gedung
- 170 x 90 cm → Cocok untuk ruang sempit
- 90 x 90 cm → Digunakan untuk akses maintenance & ruang terbatas
Memahami ukuran sangat penting agar pemasangan sesuai kondisi lokasi proyek.
2. Spesifikasi Ketebalan Pipa Scaffolding
Ketebalan pipa adalah aspek spesifikasi scaffolding yang paling berpengaruh terhadap keamanan.
Standar Ketebalan yang Direkomendasikan
- 1.6 mm – 1.8 mm → Standar aman untuk bangunan bertingkat
- 2.0 mm → Heavy-duty untuk proyek industri
- Jangan membeli frame dengan ketebalan ≤1.4 mm karena rentan bengkok dan tidak stabil.
3. Spesifikasi Komponen Pendukung
Selain frame, komponen scaffolding yang perlu diperiksa spesifikasinya meliputi:
- Cross Brace
Berfungsi menjaga stabilitas lateral dengan ukuran umum 220 cm atau 193 cm. - Joint Pin
Menghubungkan antar-frame dan harus memiliki presisi yang baik tanpa celah longgar. - Catwalk
Pastikan materialnya baja atau kayu sesuai kebutuhan, dengan rekomendasi catwalk steel bertekstur anti-selip. - Baseplate & U-Head
Baseplate membantu menjaga kestabilan bagian bawah, sedangkan U-head berfungsi menopang bekisting pada pekerjaan struktural.
Setiap spesifikasi komponen ini berperan penting dalam menentukan kekuatan dan stabilitas sistem scaffolding secara keseluruhan.
Tips Memahami Spesifikasi Scaffolding Sebelum Membeli
1. Cek Tabel Ukuran & Ketebalan Langsung dari Penjual
Mintalah detail spesifikasi scaffolding secara tertulis, termasuk:
- Tinggi frame
- Lebar frame
- Diameter pipa
- Ketebalan pipa
- Jenis material
Pastikan ada data teknis yang jelas, bukan hanya deskripsi pemasaran.
2. Periksa Kualitas Las dan Finishing
Contoh nyata di lapangan menunjukkan bahwa scaffolding dengan kualitas las buruk lebih rentan patah ketika digunakan dalam pemasangan façade. Periksa:
- Las rapi dan merata
- Tidak ada retak mikro
- Finishing cat tidak mudah mengelupas
3. Bandingkan Spesifikasi dari 2–3 Supplier
Harga murah belum tentu sesuai dengan spesifikasi scaffolding yang diperlukan. Beberapa penjual menawarkan harga rendah tetapi ketebalan pipa lebih tipis.
Pilihan Produk Scaffolding dan Material Konstruksi dari Masa
Untuk kebutuhan material konstruksi pendukung, Anda dapat mengunjungi Masa. Masa menawarkan beragam produk berkualitas untuk mendukung kelancaran proyek, mulai dari peralatan konstruksi, perlengkapan keselamatan kerja, hingga material bangunan. Selain menyediakan scaffolding, Masa juga menghadirkan berbagai komponen pelengkap yang membantu menunjang aktivitas konstruksi Anda secara menyeluruh.
Baca juga : Scaffolding Aman dan Efisien untuk Proyek Jalan Layang Modern
Kesimpulan
Memahami spesifikasi scaffolding secara detail sangat penting agar pembelian sesuai kebutuhan proyek, aman, dan menguntungkan. Dengan memperhatikan ukuran frame, ketebalan pipa, dan kualitas komponen pendukung, Anda dapat memastikan scaffolding yang dibeli tahan lama dan memenuhi standar keamanan. Jika Anda membutuhkan material pendukung proyek yang berkualitas, Masa dapat menjadi pilihan untuk pengadaan cepat dan aman.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari)
1. Apa spesifikasi scaffolding yang paling penting diperiksa?
Ketebalan pipa, ukuran frame, kualitas joint pin, dan jenis catwalk.
2. Scaffolding yang aman minimal ketebalan berapa?
Direkomendasikan minimal 1.6 mm, ideal 1.8–2.0 mm untuk pekerjaan berat.
3. Apa ukuran frame standar di Indonesia?
Umumnya 170×120 cm atau 170×90 cm.
4. Apakah semua scaffolding memiliki standar beban yang sama?
Tidak. Pastikan memeriksa load capacity sesuai pekerjaan.
5. Apa risiko membeli scaffolding dengan pipa tipis?
Rentan bengkok, tidak stabil, dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
Masa Group Indonesia
Whatsapp :
+628113655800 (Toko Cat & Sewa Scaffolding)
+628113635700 (Jasa Renovasi & Pengecatan)
Instagram :
Masa Contractor
Masa Official Store
Masa Scaffolding
Masa Building