Cara Menghitung Jumlah Frame Scaffolding Proyek agar Efisien - Masa

Cara Menghitung Jumlah Frame Scaffolding Proyek agar Efisien

Dalam manajemen logistik konstruksi, ketepatan estimasi material adalah kunci utama untuk menghindari pembengkakan biaya (over-budgeting) maupun keterlambatan jadwal akibat kekurangan alat penunjang di lapangan. Mengetahui cara menghitung jumlah frame scaffolding secara presisi bukan hanya soal efisiensi anggaran, melainkan juga jaminan keselamatan bagi seluruh pekerja yang beraktivitas di ketinggian. Perhitungan yang keliru dapat mengakibatkan struktur perancah menjadi tidak stabil atau justru menyisakan tumpukan material sewaan yang tidak terpakai sehingga membebani arus kas proyek Anda.

Mengenal Komponen Dasar dan Dimensi Standar Scaffolding

Sebelum menghitung kebutuhan fisik di lapangan, penting untuk memahami dimensi standar dari komponen utama perancah bertipe frame (modular steel scaffolding).

Secara umum, satu set perancah siap pakai (bay) terdiri dari beberapa komponen berikut:

  • Main Frame (Frame Utama): Komponen vertikal berupa tiang utama dengan tinggi standar 1,7 meter atau 1,9 meter, dan lebar bentang 1,22 meter.
  • Cross Brace (Ikatan Silang): Penjaga stabilitas lateral yang menghubungkan dua frame utama secara horizontal dengan panjang bentang efektif sekitar 1,8 meter hingga 2,2 meter.
  • Joint Pin: Pasak penyambung untuk menyusun frame secara vertikal ke atas.

Faktor Penting Sebelum Melakukan Perhitungan di Lapangan

Untuk mendukung tingkat akurasi tinggi tanpa pemborosan material, Anda harus mempertimbangkan beberapa faktor teknis di area proyek berikut ini:

  1. Dimensi Area Kerja (Panjang & Tinggi): Pastikan Anda mengukur panjang dan tinggi bersih dinding yang akan dikerjakan, bebas dari penghalang luar seperti kanopi atau instalasi pipa.
  2. Kondisi Permukaan Tanah: Tanah yang tidak rata membutuhkan tambahan komponen Adjustable Jack Base untuk menyamakan level tumpuan beban demi mencegah kemiringan struktur perancah.
  3. Metode Pemasangan (Sistem Bersambung): Pemasangan scaffolding secara kontinu atau menyambung (continuous run) jauh lebih hemat komponen karena kolom frame di bagian tengah dapat digunakan bersama (sharing column) untuk menyangga dua sisi bentang sekaligus.

Cara Sederhana Menghitung Jumlah Frame Scaffolding

Untuk menghindari penggunaan rumus matematika yang rumit, kita bisa menggunakan pendekatan logika tiga langkah praktis di bawah ini dalam menerapkan cara menghitung jumlah frame scaffolding:

Langkah 1: Tentukan Jumlah Bentang Horizontal (Panjang)

Bagilah total panjang area kerja (dinding) dengan lebar efektif satu set scaffolding (biasanya diambil angka aman 1,8 meter sesuai panjang cross brace). Jika hasilnya desimal, bulatkan angka tersebut ke atas untuk memastikan seluruh permukaan dinding terjangkau.

Langkah 2: Tentukan Jumlah Tingkat Vertikal (Tinggi)

Bagilah total tinggi dinding yang akan dikerjakan dengan tinggi satu unit mainframe (umumnya menggunakan ukuran standar 1,7 meter). Bulatkan kembali hasilnya ke atas agar platform kerja mencapai ketinggian ideal bagi pekerja.

Langkah 3: Hitung Total Kebutuhan Unit Frame

Karena perancah memiliki dua sisi (depan dan belakang) dan dipasang secara bersambung, kebutuhan total tiang main frame dihitung dengan mengalikan jumlah baris tiang penyangga (jumlah bentang ditambah satu) dengan jumlah tingkat vertikal, lalu dikalikan dua untuk kedua sisinya.

Ilustrasi Kasus Sederhana di Lapangan

Sebagai contoh, Anda memiliki proyek pengecatan dinding luar gedung dengan panjang 18 meter dan tinggi 8,5 meter, menggunakan mainframe standar berukuran tinggi 1,7 meter.

Berikut adalah langkah praktis dalam cara menghitung jumlah frame scaffolding:

  1. Kebutuhan Panjang (Horizontal): Panjang dinding 18 meter dibagi lebar efektif 1,8 meter, menghasilkan 10 bentang.
  2. Kebutuhan Tinggi (Vertikal): Tinggi dinding 8,5 meter dibagi tinggi frame 1,7 meter, menghasilkan 5 tingkat.
  3. Total Kebutuhan Frame: Karena sistem dipasang bersambung, kita membutuhkan 11 baris tiang penyangga (10 bentang + 1 kolom tiang penutup). Kalikan 11 baris tiang tersebut dengan 5 tingkat vertikal, lalu kalikan 2 (untuk sisi kiri dan kanan). Hasilnya adalah 110 unit main frame.

Metode penyambungan ini jauh lebih efisien dibanding jika Anda menyewa set perancah secara terpisah tanpa digabungkan, yang justru akan memakan tempat dan melipatgandakan kebutuhan material Anda.

Pembelian & Penyewaan Scaffolding Presisi dari Masa 

Jika Anda ingin memastikan bahwa hasil penerapan cara menghitung jumlah frame scaffolding di atas benar-benar efisien dan sesuai dengan anggaran riil di lapangan, Anda membutuhkan mitra pengadaan yang profesional.

Masa Solusi Bangunan siap memberikan solusi total untuk kebutuhan konstruksi Anda:

  • Kualitas Material Premium Berstandar: Kami menyediakan unit scaffolding baru berkualitas tinggi dengan pipa baja tebal yang presisi untuk menjamin keamanan maksimal di area kerja proyek Anda.
  • Layanan Sewa Fleksibel & Hemat: Menghemat pengeluaran investasi awal (CAPEX) Anda dengan sistem sewa yang bersahabat sesuai durasi proyek.
  • Wilayah Operasional Sewa Khusus Jawa Timur: Layanan sewa dan pengiriman cepat mencakup area geografis Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
  • Dukungan Estimasi Gratis: Tim ahli kami siap membantu Anda menghitung kebutuhan komponen secara gratis agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan sewa material di lapangan.

Kesimpulan

Menguasai metode dan cara menghitung jumlah frame scaffolding secara umum merupakan kompetensi dasar yang sangat berguna untuk menghindari kerugian finansial akibat sisa sewa material yang menganggur. Struktur perancah yang efisien adalah perancah yang didesain secara ekonomis namun tetap mengutamakan batas aman keselamatan kerja yang ketat.

Pastikan keselamatan pekerja dan efisiensi proyek Anda berada di tangan yang tepat. Konsultasikan estimasi kebutuhan proyek Anda bersama kami dan dapatkan penawaran terbaik di Masa Solusi Bangunan sekarang juga!

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Bagaimana cara mudah menghitung kebutuhan cross brace?

Pada sistem pemasangan yang bersambung lurus, jumlah cross brace (silang penahan) yang Anda butuhkan adalah dua kali dari hasil kali jumlah bentang horizontal dan jumlah tingkat vertikal.

2. Bagaimana jika tinggi dinding proyek tidak pas dengan kelipatan tinggi frame?

Anda bisa menyiasatinya dengan mengkombinasikan penggunaan mainframe (ukuran 1,7 meter atau 1,9 meter) dengan ladder frame (ukuran 0,9 meter), atau menggunakan bantuan adjustable jack base pada bagian dasar yang tinggi rendahnya bisa diputar dan diatur secara manual.

3. Mengapa tidak disarankan memasang scaffolding terlalu tinggi tanpa pengikat?

Perancah yang terlalu tinggi rentan roboh akibat tiupan angin kencang atau guncangan beban kerja. Untuk itu, wajib dipasang pengikat (tie-back) yang menghubungkan tiang perancah ke struktur beton bangunan utama secara berkala setiap kelipatan tinggi tertentu.

4. Apa keuntungan sewa scaffolding di area Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo melalui Masa?

Keuntungan utamanya adalah Anda mendapatkan jaminan unit scaffolding yang kokoh (tidak penyok, tidak bengkok, dan bebas karat parah), pengiriman langsung ke lokasi proyek tepat waktu, serta efisiensi biaya tanpa perlu memikirkan penyimpanan pasca-proyek.

5. Apa fungsi utama Jack Base pada susunan kaki scaffolding?

Jack Base berfungsi sebagai alas atau tumpuan kaki perancah yang bersentuhan langsung dengan tanah atau lantai dasar. Alat ini dapat diatur ketinggiannya untuk menyamakan level tumpuan pada permukaan tanah yang miring atau tidak rata.

Masa Group Indonesia

Whatsapp :
+628113655800 (Toko Cat & Sewa Scaffolding)
+628113635700 (Jasa Renovasi & Pengecatan)

Instagram :
Masa Contractor
Masa Official Store
Masa Scaffolding
Masa Building