Mengenal Jenis Scaffolding Frame yang Paling Sering Digunakan  - Masa

Mengenal Jenis Scaffolding Frame yang Paling Sering Digunakan 

men on brown scaffolding

Keamanan dan efisiensi kerja adalah prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan gedung bertingkat maupun renovasi rumah. Saat merencanakan proyek konstruksi, pemilihan jenis scaffolding frame yang tepat sangatlah krusial untuk menjamin keselamatan para pekerja di ketinggian sekaligus memastikan operasional berjalan lancar. Perancah atau steger modular ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pijakan, melainkan juga penentu kestabilan struktur kerja darurat yang menampung beban material berat.

Apa Itu Scaffolding Frame dan Mengapa Begitu Populer?

Scaffolding frame, atau sering dikenal sebagai perancah rangka, merupakan sistem perancah modular yang terbuat dari pipa baja pracetak. Berbeda dengan perancah bambu tradisional, sistem ini dirancang agar dapat dirakit, dibongkar, dan disesuaikan dengan sangat cepat tanpa memerlukan keahlian khusus yang rumit.

Merujuk pada penjelasan teknis di Wikipedia, perancah berfungsi sebagai struktur sementara untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi. Keunggulan utama dari perancah baja tipe frame terletak pada kekuatannya dalam menahan beban berat serta kemampuannya untuk ditinggikan secara vertikal hingga puluhan meter dengan tingkat presisi yang tinggi.

Jenis Scaffolding Frame yang Paling Sering Digunakan dalam Konstruksi

Setiap proyek memiliki karakteristik arsitektur dan kebutuhan ruang kerja yang unik. Oleh karena itu, industri konstruksi mengenal beberapa opsi variasi komponen rangka utama guna menunjang produktivitas pekerja di lapangan. Mari kita ulas beberapa jenis scaffolding frame yang paling populer dan sering kita temui di lapangan:

1. Main Frame (Rangka Utama)

Mainframe merupakan pondasi dasar yang berbentuk persegi panjang vertikal dan bertindak sebagai tiang penyangga utama dari seluruh rangkaian perancah. Komponen ini biasanya dipasangkan dengan cross brace (palang silang) untuk membentuk satu set perancah yang stabil. Tinggi standar dari mainframe biasanya berkisar antara 1.7 m hingga 1.9 m.

2. Walk-Thru Frame

Sesuai dengan namanya, Walk-Thru Frame memiliki desain berlubang lebar di bagian tengahnya yang menyerupai pintu gerbang. Desain ini dibuat secara khusus untuk memudahkan mobilitas para pekerja agar dapat berjalan melewati bagian dalam struktur perancah secara bebas tanpa terhalang oleh palang besi tengah. Sangat ideal untuk proyek koridor sempit atau area pedestrian yang tetap aktif selama renovasi.

3. Ladder Frame

Ladder Frame mengintegrasikan struktur anak tangga langsung pada bagian sisinya. Komponen ini sangat efisien karena pekerja tidak perlu menambahkan tangga portabel eksternal untuk naik ke tingkat perancah yang lebih tinggi. Keamanan pekerja pun lebih terjamin karena jarak antar anak tangga telah dirancang secara presisi sesuai dengan standar keselamatan kerja (K3).

4. Mason Frame (Box Frame)

Mason Frame memiliki konstruksi yang lebih kokoh dan stabil, umumnya digunakan untuk pekerjaan berat seperti pemasangan dinding bata (masonry), pengecoran, atau plesteran semen. Bagian atasnya dirancang horizontal sempurna untuk menahan papan platform (catwalk) yang mampu memuat tumpukan material semen atau bata dalam jumlah banyak sekaligus.

Contoh Penerapan Jenis Scaffolding Frame di Lapangan

Untuk memahami pentingnya memilah rancangan struktur ini, mari kita tengok sebuah studi kasus nyata pada proyek renovasi fasad luar sebuah gedung perkantoran setinggi 5 lantai di area komersial.

Dalam proyek tersebut, kontraktor memilih kombinasi penggunaan jenis scaffolding frame yang strategis:

  • Di bagian dasar pedestrian, dipasang Walk-Thru Frame agar lalu lalang staf kantor di bawahnya tidak terganggu.
  • Untuk akses vertikal para tukang cat, diintegrasikan Ladder Frame di sisi barat gedung guna memudahkan perpindahan lantai kerja dengan aman.
  • Sementara itu, di area pengerjaan plesteran dinding luar yang membutuhkan pasokan mortar dalam jumlah besar, diaplikasikan Mason Frame berkapasitas tinggi untuk menyangga papan kerja (catwalk) dan material beton instan.

Dengan pemetaan jenis perancah yang cermat ini, proyek dapat selesai 15% lebih cepat dengan zero accident (nol kecelakaan kerja).

Kelebihan Beli dan Sewa Scaffolding di Masa (Solusi Bangunan)

Menentukan perancah berkualitas tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan nyawa pekerja. Masa (Solusi Bangunan) hadir sebagai mitra terpercaya yang menyediakan berbagai pilihan jenis scaffolding frame berkualitas standar nasional serta lapisan anti karat yang kuat.

Jika Anda berencana membeli atau menyewa perancah, berikut adalah keunggulan utama yang ditawarkan oleh Masa:

  • Kualitas Material Premium: Semua produk perancah Masa lolos uji beban (load test) yang ketat sehingga dijamin kokoh dan aman digunakan untuk jangka panjang.
  • Layanan Sewa Fleksibel: Tersedia opsi sewa harian atau bulanan dengan harga yang sangat kompetitif bagi proyek skala kecil hingga megaproyek konstruksi.
  • Area Layanan Khusus: Untuk layanan sewa scaffolding, Masa melayani pengiriman kilat langsung ke lokasi proyek Anda di wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
  • Konsultasi Ahli: Tim Masa siap membantu Anda menghitung estimasi kebutuhan unit frame, cross brace, joint pin, hingga jack base secara gratis sesuai spesifikasi proyek Anda.

Kesimpulan

Memilih jenis scaffolding frame yang sesuai dengan kebutuhan lapangan bukan sekadar masalah teknis, melainkan investasi mutlak bagi keselamatan kru proyek Anda serta efisiensi anggaran belanja konstruksi. Jangan kompromikan keselamatan pekerja Anda dengan produk perancah tiruan yang ringkih.

Percayakan kebutuhan perancah Anda kepada ahlinya. Hubungi tim Masa (Solusi Bangunan) sekarang juga untuk mendapatkan penawaran harga beli maupun sewa scaffolding terbaik di wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo!

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan utama antara scaffolding frame dengan scaffolding tubular?

Scaffolding frame memakai rangka modular pabrikan siap rakit (plug-and-play). Sementara scaffolding tubular dirakit manual dari pipa panjang menggunakan klem; meski instalasinya lebih lama, tipe ini sangat fleksibel untuk sudut rumit.

2. Bagaimana cara menentukan jenis scaffolding frame yang aman digunakan?

Periksa kelayakan baja (bebas karat berat dan retakan las), lalu sesuaikan jenisnya dengan beban kerja proyek. Gunakan Mason Frame untuk menopang beban berat seperti semen.

3. Apakah Masa melayani jasa bongkar pasang scaffolding di lokasi proyek?

Ya, Masa menyediakan tim teknisi ahli untuk membantu perakitan (erection) dan pembongkaran perancah secara aman sesuai standar keselamatan kerja (K3).

4. Di mana area jangkauan sewa scaffolding dari Masa?

Layanan sewa kami khusus menjangkau wilayah Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo dengan jaminan pengiriman cepat langsung ke lokasi proyek.

5. Berapa kapasitas beban maksimal yang sanggup ditahan oleh satu set scaffolding frame standar?

Satu set scaffolding frame standar berkualitas prima mampu menahan beban vertikal rata-rata 1.5 ton hingga  2.5 ton, bergantung pada ketebalan baja dan kekokohan cross brace.

Masa Group Indonesia

Whatsapp :
+628113655800 (Toko Cat & Sewa Scaffolding)
+628113635700 (Jasa Renovasi & Pengecatan)

Instagram :
Masa Contractor
Masa Official Store
Masa Scaffolding
Masa Building